Hai, ini aku Alvi—penulis buku ini. Khusus chapter ini hanya eksklusif berada di buku. Mungkin, kamu ingin memberi bukunya kesempatan? Kamu bisa membelinya di keranjang kuning di bawah ini, ya.
Atau, ingin lanjut baca? Silakan, dan selamat membaca! 🙂
Berikut daftar chapter yang bisa kamu baca secara gratis (aku tandai bold ya):
- Bocoran dari Masa Depan
- Lorong Waktu Menuju Masa Kecil
- Bernostalgia di Jalanan Masa Kecil
- Berwisata di Air Terjun Air Mata
- Berkelana di Pulau Permen dan Es Krim
- Terjebak di Lembah Kesedihan Bernama “Belum Membanggakan Orangtua”
- Ayah dan Ibu… Masih Hidup, Kan
- Mengunjungi Perpustakaan Persahabatan dan Cinta
- Menyusuri Hutan Angker Bernama “Dewasa”
- Tenggelam di Lautan Penuh Ombak Emosi
- Kembali ke Rumah Masa Kecil
- Ke Mana Masa Kecilku Pergi
- Museum Kenang-Kenangan Masa Kecil
- Lorong Waktu Menuju Masa Remaja dan Masa Dewasa
- Usia 15: Usia Capek-Capeknya Sama Sekolah dan Dramanya
- Usia 16: Usia-Usia Jatuh Cinta. First Love, First Hope, First Heartbreak
- Usia 17: Usia Bingung-Bingungnya Passion, Cita-Cita, dan Masa Depan
- Usia 18: Usia-Usia Dipaksa Mandiri, Merasa Sendiri, Tanpa Ada yang Memahami
- Usia 19: Khawatir Menyia-nyiakan Masa Remaja, Panik Memasuki Angka 20
- Usia 20: Usia-Usia Bingung Hidup Harus Dibawa ke Mana
- Usia 21: Usia-Usia Mengejar, Tapi Tak Pernah Sampai
- Usia 22: Usia-Usia Sedih Belum Membanggakan Orangtua
- Usia 23: Usia-Usia Paling Sakit Hati, Paling Brutal, Paling Trauma
- Usia 24: Usia-Usia Kangen Dirimu yang Ceria Dulu
- Usia 25: Usia Kematian Mimpi, Ambisi, Tujuan Hidup
- Usia 26: Usia Paling, “Ya, Udahlah, Mau Gimana Lagi.”
- Usia 27: Usia Paling Depresif, Paling Berat, Pengin Berakhir Aja
- Usia 28: Usia-Usia Tak Sanggup Kuat untuk Diri Sendiri
- Usia 29: Usia Paling Mengerikan, Paling “Menentukan”
- Usia 30: Usia-Usia Udah Bodo Amat Sama Omongan Orang
- Ada yang Aneh di Chapter Ini
- Apa yang Terjadi di Usia Setelah 30, 40, 50, dan Seterusnya?
- Lalu, di Usia Berapa Aku Meninggal?
- Aku Meninggal Karena Apa?
- Bye, Myself…
- Surat untuk Diriku di Masa Kecil
- Sekarang, Waktunya Aku yang Pergi
- Hujan yang Turun di Pipi
- Chapter Terbaik Sepanjang Masa
- Sorry, My Younger Self, I Can’t Make You Happy… but I will.