Hai, ini aku Alvi—penulis buku ini. Khusus chapter ini hanya eksklusif berada di buku. Mungkin, kamu ingin memberi bukunya kesempatan? Kamu bisa membelinya di keranjang kuning di bawah ini, ya.
Atau, ingin lanjut baca? Silakan, dan selamat membaca! 🙂
Berikut daftar chapter yang bisa kamu baca secara gratis (aku tandai bold ya):
- You’re so toxic and manipulative, i hate you so much
- Tapi, dia bilang aku yang toxic!
- Apa mungkin aku juga toxic
- Dia baik, tapi manipulatif.
- Sampai Lupa Rasanya Bahagia
- Berdarah-darah demi remah kasih sayang
- i regret u forever
- Ironisnya, aku masih berharap dia berubah
- Bodohnya, aku masih saja terlalu effort
- i just want to be free
- Kenapa susah banget melepaskan orang toxic
- Harusnya, Tamat di Sini Saja
- Bersamamu, membuatku terlalu hati-hati dan ketakutan
- Ruang Simulasi Orang Toxic
- Silent Treatment? Oh, itu hobinya.
- Tutorial Menaklukan Manusia Hobi Silent Treatment
- Playing Victim? Oh, dia juaranya.
- Tutorial Mengalahkan Manusia Jago Playing Victim
- Minta Maaf? Oh, itu alergi dia…
- Tutorial Bikin Orang Toxic Merasa Bersalah Sampai Minta Maaf
- Marah-Marah Berlebihan? Oh, itu senjata dia…
- Tutorial Marah-Marah Tanpa Perlu Jadi Drama Besar
- Guilt-Tripping? Oh, dia ahlinya…
- Tutorial Mencegah Diri dari Jebakan Guilt-Tripping
- Kata-kata yang Menyakitkan? Oh, itu bakatnya
- Tutorial Bodo Amat dan Menepis Berbagai Kata-kata Menyakitkan dari Dia
- Gaslighting? Oh, dia jagonya.
- Tutorial Melawan Gaslighting dengan Elegan dan Cerdas
- Passive Aggressive? Oh, itu favoritnya
- Tutorial Melawan Manusia Suka Passive Aggressive Tanpa Drama
- Ketika kamu pergi? Dia merusak namamu.
- Dia manusia red flag, tapi dia juga pernah baik…
- Jika kamu bertemu dengannya, sekali lagi…
- Bagaimana jika orang toxic itu adalah orangtuaku sendiri?
- Maafkan aku, maafkan aku
- Itulah kali terakhir aku melihatmu
- Hanya tiga kalimat
- Lebur
- Pesan Terakhir dari Temanmu yang Pernah Toxic & Manipulatif
- i’m not toxic and manipulative, and i don’t hate me anymore.