1. You’re So Toxic and Manipulative, I Hate You So Much

Turut
berduka
cita
atas
meninggalnya
kewarasan
mentalmu.

Pembunuhnya?

Siapa lagi. Sudah jelas. Dia — orang paling toxic dan manipulatif di hidupmu.

Dia adalah orang yang kamu anggap penting di hidupmu, tapi dia membuatmu seperti orang yang tidak penting di dunia ini.

Dia adalah orang yang kamu sayang, tapi dia membuatmu merasa tidak layak disayang oleh siapa pun.

Dia adalah orang yang sangat kamu pedulikan, tapi dia membuatmu merasa terlantar dan kesepian.

Mungkin teman.
Mungkin pasangan.
Mungkin orangtua.
Mungkin tempat kamu berada.

Mungkin diri sendiri.

Jujur saja, aku pernah jadi orang toxic dan manipulatif. Tapi, aku juga pernah jadi korbannya. Aku pernah jadi tersangkanya. Aku pernah melihat dari dalam. Aku pernah melihat dari luar. Dan, aku telah mengumpulkan semua pelajarannya.

Jadi, aku tahu cara mengalahkan orang-orang toxic sepertiku yang selalu menggunakan segala taktik manipulatif: mulai dari silent treatment sampai playing victim sampai gaslighting.

Kali ini, aku akan ada di pihakmu.

Kita akan balas dendam dengan cara paling elegan, tanpa perlu jadi orang jahat. Kita akan lari sejauh-jauhnya, tanpa drama, tanpa konflik, bebas dari orang toxic dan manipulatif. Kita akan mewaraskan kembali mental dan realitasmu yang telah dirusak oleh mereka.

So, here I am, writing this book from the deepest of my heart, to you. Serealistis mungkin. Seobjektif mungkin.

Karena kamu hari ini mengingatkanku pada diriku yang dulu.

Yang terlalu polos. Yang terpaksa menormalisasi segala tindak manipulatif yang dia lakukan. Yang takut bersuara. Yang takut ditinggalkan. Yang terlalu capek untuk marah. Yang selalu berusaha memahami: Oh, mungkin dia begini karena aku begitu.

Melihatmu, seperti melihat diriku yang dulu.

Menurutku, kamu tidak layak diperlakukan seperti itu. Menurutku, you deserve more than what they did to you.

Dan, menyelamatkanmu, seperti menyelamatkan diriku yang dulu. Jadi, semacam ada tanggung jawab dalam diriku untuk menyelamatkan kamu. Karena menolongmu terasa seperti menolong diriku yang dulu. Tapi, apakah kamu ingin ditolong? Dan, apakah kamu mau menolong dirimu sendiri?

Jika kamu ingin menyelamatkan dirimu, sudah kusiapkan suatu pintu imajiner di sebelah halaman buku ini. Jika kamu membuka pintu itu, kita akan berada di suatu tempat yang kamu butuh datangi.

Bukalah pintunya, dan kita mulai perjalanannya.

Selanjutnya
error: Not Allowed