21.⁠ ⁠⁠Usia 21: Usia Capek Mengejar, Tapi Tak Pernah Sampai

21.⁠ ⁠⁠Usia 21: Usia Capek Mengejar, Tapi Tak Pernah Sampai Text PDF “Kenapa kita ada di padang pasir?” Kita melangkah di gurun ini. Matahari di atas kepala bergerak ke barat, bersinar seperti jeruk bulat sempurna yang tergantung di udara.  Kita meninggalkan jejak-jejak kaki di belakang, membiarkan angin meniupnya sedetik kemudian. “Karena beginilah rasanya usia 21 tahun,” jawabku. “Maksudnya?” “Kita jalan
Read More

22.⁠ ⁠⁠Usia 22: Usia-Usia Sedih Belum Membanggakan Orangtua

22.⁠ ⁠⁠Usia 22: Usia-Usia Sedih Belum Membanggakan Orangtua Text PDF “Kenapa aku pakai baju dan topi wisuda?” Kamu duduk di aula yang besar dan kosong. Ini seperti tempat wisuda. Dengan barisan kursi, panggung di depan, dan bangku penonton di tingkat atas. Tapi, tak ada siapa pun di sini, kecuali kamu dan aku. “Apakah aku lulus kuliah di usia 22?” “Apa
Read More

23. Usia 23: Usia-Usia Paling Sakit Hati, Paling Brutal, Paling Trauma

23. Usia 23: Usia-Usia Paling Sakit Hati, Paling Brutal, Paling Trauma Text PDF Usia 23 adalah patah hati yang paling menyakitkan, paling meninggalkan trauma dan luka, paling mengubah hidup, paling mengubah persepsimu tentang cinta. Kamu berada di ruangan serba merah muda, seluas ruang tamu di rumahmu. Banyak jarum yang menghunjam di atap hingga darah menetes-netes. Banyak pisau yang menembus dinding
Read More

24.⁠ ⁠⁠Usia 24: Usia-Usia Kangen Dirimu yang Ceria Dulu

24.⁠ ⁠⁠Usia 24: Usia-Usia Kangen Dirimu yang Ceria Dulu Text PDF “Selamat datang di Museum Diri Sendiri,” sambutku saat kamu tiba di dalam. Dan, tatapanmu takjub melihat isi museum ini. Di tengah, ada aquarium raksasa. Airnya nyaris tumpah. Ada tulisan kecil di bawahnya: ‘Kumpulan Air Mata Seumur Hidupmu’. Lalu, di dindingnya, penuh foto dirimu. Foto dari kamu masih bayi. Sampai
Read More

25.⁠ ⁠⁠Usia 25: Usia Kematian Mimpi, Ambisi, Tujuan Hidup

25.⁠ ⁠⁠Usia 25: Usia Kematian Mimpi, Ambisi, Tujuan Hidup Text PDF Di pemakaman ini, hanya ada tiga kuburan. Tiga batu nisan. Kamu merunduk, berjongkok, memerhatikan tulisan di batu nisan tersebut. Batu nisan pertama: Mimpi & Ambisi. Batu nisan kedua: Jiwa & Motivasi Hidup. Batu nisan ketiga: Tujuan hidup. Well. Usia 25 adalah masa-masa krisis: terkuburnya mimpi-mimpi dan motivasi hidup. Terkuburnya
Read More

26.⁠ ⁠⁠Usia 26: Usia Paling, “Ya, Udahlah, Mau Gimana Lagi.”

26.⁠ ⁠⁠Usia 26: Usia Paling, “Ya, Udahlah, Mau Gimana Lagi.” Text PDF Gelap. Dan, sempit. Satu-satunya penerangan di sini adalah bulan sabit. Kamu mendongak dan menyadari bahwa kamu terperangkap di dasar sumur. Lalu, kamu mengembuskan napas panjang — napas yang lelah, napas yang seakan berkata, “Apa lagi? Gimana lagi?”  Inilah rasanya usia 26. Usia 26 adalah masa-masa sering berkata, “Ya, udahlah, mau
Read More

27. Usia 27: Usia Paling Depresif, Paling Berat, Paling Pengin Berakhir Aja

27. Usia 27: Usia Paling Depresif, Paling Berat, Paling Pengin Berakhir Aja Text PDF Perahu kecil, tengah laut, air beriak. Siang terik, udara lembap, kamu terbaring di perahu yang berayun itu. Karena beginilah rasanya usia 27 tahun. Usia 27 terasa seperti terdampar di tengah laut, jauh dari daratan, dipermainkan ombak, terlalu lelah untuk mendayung lagi, hampir tenggelam, seakan laut sudah
Read More

28.⁠ ⁠⁠Usia 28: Usia-Usia Tak Sanggup Kuat untuk Diri Sendiri

28.⁠ ⁠⁠Usia 28: Usia-Usia Tak Sanggup Kuat untuk Diri Sendiri Text PDF Sekarang, kita seperti berada di suatu desa. Jauh dari perkotaan. Jauh dari polusi udara dan polusi cahaya. Kita sedang berbaring di sebuah padang rumput, menyaksikan pertunjukkan bimasakti, konstelasi bintang, meteor jatuh di langit malam. “Kenapa kita di sini? Apakah usia 28 tahun rasanya setenang ini?” Well. Bukan begitu
Read More

29.⁠ ⁠⁠Usia 29: Usia Paling Mengerikan, Paling Menentukan

29.⁠ ⁠⁠Usia 29: Usia Paling Mengerikan, Paling Menentukan Text PDF Rasanya seperti baru mengedipkan mata sejenak, tiba-tiba kamu sudah berusia 29 tahun. Itulah perjalanan usia duapuluhan. Entah mengapa, hidup berjalan begitu cepat saat kamu beranjak dewasa. Seperti menaiki rollercoaster—terlalu banyak naik dan turun, dan terasa tak ada habisnya. Tapi, saat kamu telah melalui itu semua, rasanya lebih cepat dari angin.
Read More

30.⁠ ⁠⁠Usia 30: Usia Udah Bodo Amat sama Omongan Orang

30.⁠ ⁠⁠Usia 30: Usia Udah Bodo Amat sama Omongan Orang Text PDF Ruangan putih tak berbatas. Kita kembali ke ruangan putih ini. “Jadi, gimana rasanya usia 30? Apa yang harus aku persiapkan?” tanyamu, bergema, memecahkan hening di ruang tanpa batas ini. “Well…” Kali ini, aku tersenyum, karena… Usia 30 adalah masa-masa yang, surprisingly, tidak semenyeramkan dugaanmu. Usia 30 adalah masa-masa,
Read More
error: Not Allowed