11.⁠ ⁠⁠Kembali ke Rumah Masa Kecil

11.⁠ ⁠⁠Kembali ke Rumah Masa Kecil Text PDF Kamu dan diri kecilmu berdiri di depan sebuah rumah. Rumah masa kecilmu. Warna dindingnya, daun pintunya, halamannya. Ini rumah masa kecilmu. Kamu tersenyum memandangnya. Lalu, masuk ke dalam. Melihat setiap ruangan. Melihat setiap perabotan. Apakah Ayah dan Ibu ada di rumah? Bagaimana, ya, wajah mereka saat aku masih kecil? Diri kecilmu mengekorimu
Read More

12.⁠ ⁠⁠Ke Mana Masa Kecilku Pergi?

12.⁠ ⁠⁠Ke Mana Masa Kecilku Pergi? Text PDF Hai, ini aku Alvi—penulis buku ini. Khusus chapter ini hanya eksklusif berada di buku. Mungkin, kamu ingin memberi bukunya kesempatan? Kamu bisa membelinya di keranjang kuning di bawah ini, ya. Atau, ingin lanjut baca? Silakan, dan selamat membaca! 🙂 Berikut daftar chapter yang bisa kamu baca secara gratis (aku tandai bold ya):
Read More

13.⁠ ⁠⁠Museum Kenangan Masa Kecil

13.⁠ ⁠⁠Museum Kenangan Masa Kecil Text PDF Hai, ini aku Alvi—penulis buku ini. Khusus chapter ini hanya eksklusif berada di buku. Mungkin, kamu ingin memberi bukunya kesempatan? Kamu bisa membelinya di keranjang kuning di bawah ini, ya. Atau, ingin lanjut baca? Silakan, dan selamat membaca! 🙂 Berikut daftar chapter yang bisa kamu baca secara gratis (aku tandai bold ya): Bocoran
Read More

14.⁠ ⁠Lorong Waktu Menuju Masa Remaja dan Masa Dewasa

14.⁠ ⁠Lorong Waktu Menuju Masa Remaja dan Masa Dewasa Text PDF Hai, ini aku Alvi—penulis buku ini. Khusus chapter ini hanya eksklusif berada di buku. Mungkin, kamu ingin memberi bukunya kesempatan? Kamu bisa membelinya di keranjang kuning di bawah ini, ya. Atau, ingin lanjut baca? Silakan, dan selamat membaca! 🙂 Berikut daftar chapter yang bisa kamu baca secara gratis (aku
Read More

15.⁠ ⁠⁠Usia 15: Usia Capek-Capeknya Sama Sekolah dan Dramanya

15.⁠ ⁠⁠Usia 15: Usia Capek-Capeknya Sama Sekolah dan Dramanya Text PDF Sekarang, usiamu lima belas, mengenakan seragam putih abu-abu. Berdiri di bawah langit senja yang terik. Di lapangan sekolahmu. Semua memori dalam kepalamu terhapuskan. Semua memori kembali ke usia lima belas. You’re literally back to fifteen. Dan, kamu melangkah menuju kelasmu saat usiamu lima belas. Kamu membuka pintunya. And, it’s
Read More

17.⁠ ⁠⁠Usia 17: Usia Bingung-Bingungnya Passion, Cita-Cita, Masa Depan

17.⁠ ⁠⁠Usia 17: Usia Bingung-Bingungnya Passion, Cita-Cita, Masa Depan Text PDF Sekarang, usiamu tujuh belas, dan kamu bingung sama masa depanmu. “Aku harus ambil jurusan apa?” “Cita-cita yang cocok buat aku apa, ya?” “Tapi, apa bakatku?” “Aku bahkan nggak tahu my own passion!” “Apakah aku mengambil keputusan yang tepat?” Sini, kubisikkan sedikit bocoran masa depan: Di usia tujuh belas, kamu
Read More

18.⁠ ⁠⁠Usia 18: Usia-Usia Dipaksa Mandiri, Merasa Sendiri, Tanpa Ada yang Memahami

18.⁠ ⁠⁠Usia 18: Usia-Usia Dipaksa Mandiri, Merasa Sendiri, Tanpa Ada yang Memahami Text PDF Pintu Usia 18 terbuka. Dan, sekelilingmu adalah padang rumput yang sangat luas. Sejauh mata memandang. Dengan bunga-bunga kecil berwarna kuning di segala penjuru. Dan, aku, dirimu dari masa depan, setia mengikutimu dari belakang. Mendengar langkahku, kamu berbalik. Saling berpandangan seakan bertukar informasi. “Hidup semelelahkan dan semembingungkan
Read More

19.⁠ ⁠⁠Usia 19: Khawatir Menyia-nyiakan Masa Remaja, Panik Memasuki Angka 20.

19.⁠ ⁠⁠Usia 19: Khawatir Menyia-nyiakan Masa Remaja, Panik Memasuki Angka 20. Text PDF Kamu terbaring di tempat tidur, menatap langit-langit kamar. Jadi, kuhampiri. Duduk di ujung tempat tidurmu dan bertanya, “Lagi mikirin apa?” “Gimana, ya, ngomongnya,” gumammu, meninggalkan sisa ucapanmu di udara, masih menatap langit-langit kamar “Rasanya kayak aku udah di ujung masa mudaku. Aku takut aku menyia-nyiakan masa remajaku.
Read More

20.⁠ ⁠⁠Usia 20: Usia-Usia Bingung Hidup Harus Dibawa ke Mana

20.⁠ ⁠⁠Usia 20: Usia-Usia Bingung Hidup Harus Dibawa ke Mana Text PDF “Jadi, apa yang harus aku siapkan di usia 20-an?” “Kamu siap mendengarnya?” “Emangnya aku punya opsi lain?” “Oke, gini…” Kutarik napas dalam-dalam, lalu berkata…, “Usia 20-an rasanya seperti terdampar di dataran yang tandus. Kamu menanam bibit bernama ‘Tanaman Harapan’, ‘Benih Mimpi, ‘Bunga Perjuangan’. Tapi, semua layu dan mati.”
Read More
error: Not Allowed