14. Lorong Waktu Menuju Masa Remaja dan Masa Dewasa Text PDF Hai, ini aku Alvi—penulis buku ini. Khusus chapter ini hanya eksklusif berada di buku. Mungkin, kamu ingin memberi bukunya kesempatan? Kamu bisa membelinya di keranjang kuning di bawah ini, ya. Atau, ingin lanjut baca? Silakan, dan selamat membaca! 🙂 Berikut daftar chapter yang bisa kamu baca secara gratis dengan
Read More
15. Usia 15: Usia Capek-Capeknya Sama Sekolah dan Dramanya Text PDF Sekarang, usiamu lima belas, mengenakan seragam putih abu-abu. Berdiri di bawah langit senja yang terik. Di lapangan sekolahmu. Semua memori dalam kepalamu terhapuskan. Semua memori kembali ke usia lima belas. You’re literally back to fifteen. Dan, kamu melangkah menuju kelasmu saat usiamu lima belas. Kamu membuka pintunya. And, it’s
Read More
16. Usia 16: Usia-Usia Jatuh Cinta. First Love, First Heartbreak Text PDF Usiamu enam belas, dan kamu kembali berada di kelas. Tapi, di kelas ini, ada tiga orang. Kamu, berdiri di dekat Pintu Lorong Waktu. Aku, duduk di salah satu bangku. Dan, di sampingku… Ada cinta pertamamu di usia enam belas. Cinta pertama, harapan pertama, patah hati pertama. Duduk di
Read More
17. Usia 17: Usia Bingung-Bingungnya Passion, Cita-Cita, Masa Depan Text PDF Sekarang, usiamu tujuh belas, dan kamu bingung sama masa depanmu. “Aku harus ambil jurusan apa?” “Cita-cita yang cocok buat aku apa, ya?” “Tapi, apa bakatku?” “Aku bahkan nggak tahu my own passion!” “Apakah aku mengambil keputusan yang tepat?” Sini, kubisikkan sedikit bocoran masa depan: Di usia tujuh belas, kamu
Read More
18. Usia 18: Usia-Usia Dipaksa Mandiri, Merasa Sendiri, Tanpa Ada yang Memahami Text PDF Pintu Usia 18 terbuka. Dan, sekelilingmu adalah padang rumput yang sangat luas. Sejauh mata memandang. Dengan bunga-bunga kecil berwarna kuning di segala penjuru. Dan, aku, dirimu dari masa depan, setia mengikutimu dari belakang. Mendengar langkahku, kamu berbalik. Saling berpandangan seakan bertukar informasi. “Hidup semelelahkan dan semembingungkan
Read More
19. Usia 19: Khawatir Menyia-nyiakan Masa Remaja, Panik Memasuki Angka 20. Text PDF Kamu terbaring di tempat tidur, menatap langit-langit kamar. Jadi, kuhampiri. Duduk di ujung tempat tidurmu dan bertanya, “Lagi mikirin apa?” “Gimana, ya, ngomongnya,” gumammu, meninggalkan sisa ucapanmu di udara, masih menatap langit-langit kamar “Rasanya kayak aku udah di ujung masa mudaku. Aku takut aku menyia-nyiakan masa remajaku.
Read More