21. Tapi, aku malu, belum bisa membanggakan orangtuaku Text PDF Aku malu sama orangtuaku. Aku nggak peduli sama teman-temanku yang sukses lebih dulu. Aku nggak peduli sama mereka yang glow-up. Aku cuma iri sama mereka yang sudah bisa membanggakan orangtua mereka. Membelikan mereka rumah yang layak. Menghajikan dan mengumrohkan mereka. Atau, nggak perlu sejauh itu. Setidaknya, membuat mereka tersenyum. Membuat
Read More
22. Orangtuaku punya pilihan yang berbeda dengan mimpiku Text PDF Orangtuamu pengin kamu jadi apa? Misal, orangtuamu pengin kamu jadi PNS. Kira-kira apa alasannya? Coba kamu list. Mungkin: Mencerminkan kesejahteraan hidup — di masa lalu. Nyaris nggak bisa dipecat. Mendapatkan uang pensiun, jadi lebih ‘terjamin’ di masa tua. Biar kayak orang ‘jadi’, pakai seragam, ke kantor. Tapi, kamu nggak mau jadi PNS
Read More
23. Dan, aku masih saja jadi pengangguran Text PDF Hai, ini aku Alvi—penulis buku ini. Khusus chapter ini hanya eksklusif berada di buku. Mungkin, kamu ingin memberi bukunya kesempatan? Kamu bisa membelinya di keranjang kuning di bawah ini, ya. Atau, ingin lanjut baca? Silakan, dan selamat membaca! 🙂 Berikut daftar chapter yang bisa kamu baca secara gratis dengan mengklik chapter
Read More
24. Mungkin, aku selalu kalah sama orang dalam Text PDF Hai, ini aku Alvi—penulis buku ini. Khusus chapter ini hanya eksklusif berada di buku. Mungkin, kamu ingin memberi bukunya kesempatan? Kamu bisa membelinya di keranjang kuning di bawah ini, ya. Atau, ingin lanjut baca? Silakan, dan selamat membaca! 🙂 Berikut daftar chapter yang bisa kamu baca secara gratis dengan mengklik
Read More
25. Tapi, menurutku, kamu bukan pengangguran Text PDF Hai, ini aku Alvi—penulis buku ini. Khusus chapter ini hanya eksklusif berada di buku. Mungkin, kamu ingin memberi bukunya kesempatan? Kamu bisa membelinya di keranjang kuning di bawah ini, ya. Atau, ingin lanjut baca? Silakan, dan selamat membaca! 🙂 Berikut daftar chapter yang bisa kamu baca secara gratis dengan mengklik chapter di
Read More
26. Usia sudah segini, tapi belum sukses juga Text PDF Hai, ini aku Alvi—penulis buku ini. Khusus chapter ini hanya eksklusif berada di buku. Mungkin, kamu ingin memberi bukunya kesempatan? Kamu bisa membelinya di keranjang kuning di bawah ini, ya. Atau, ingin lanjut baca? Silakan, dan selamat membaca! 🙂 Berikut daftar chapter yang bisa kamu baca secara gratis dengan mengklik
Read More
27. Supaya nggak insecure sama omongan orang Text PDF Kadang, kita udah berhasil berdamai sama insecurity kita, tapi ucapan orang-orang bikin kita cemas lagi sama insecurity ini. Overthinking lagi. Jadi, sekarang, ayo kita tuliskan daftar-daftar omongan orang yang sering bikin kita tenggelam dalam insecurity: Saat baru lulus sekolah: “Kenapa nggak lanjut kuliah?” “Kok milih jurusan itu, sih?” “Kok kuliah di
Read More
28. Aku sudah kalah jauh dari teman-temanku Text PDF Aku punya pertanyaan sama kamu… Jika hidup ini adalah sebuah kompetisi, di kompetisi mana saja kamu sedang bertanding? [ … ] Kompetisi Jadi Orang Sukses. [ … ] Kompetisi Jadi Glow-up. [ … ] Kompetisi Jadi Orang Kaya. [ … ] Kompetisi Jadi Orang Pintar. [ … ] Kompetisi Jadi Orang
Read More
29. Jujur, aku iri dengan pencapaian teman-temanku Text PDF Tapi, nggak semua yang kamu perjuangkan hari ini harus langsung dapat balasannya hari ini pula. Bibit yang kamu siram hari ini nggak akan langsung tumbuh keesokan harinya. Nggak semua jawaban harus ada hari ini. Nggak semua hikmah harus tahu hari ini. Pohon kurma butuh lebih dari empat tahun untuk berbuah. Bahkan,
Read More
30. Teman-temanku lebih sukses, lebih menarik, lebih pintar Text PDF Kalau kamu sudah bisa mengalahkan teman-temanmu, aku yakin seratus persen, masih ada orang yang lebih hebat di luar sana, yang nggak akan bisa kamu kalahkan. Ketika kamu membandingkan dirimu dengan orang lain, itu adalah pertarungan yang nggak akan pernah mampu kamu menangkan. Karena akan selalu ada orang yang lebih sukses
Read More