23. orangtuaku juga nggak jadi rumah yang nyaman untukku

Mungkin, saat ini kamu masih di usia-usia pemberontakan dan merasakan ketidakadilan, lalu itu membuatmu kesepian, I understand you.

Untuk orang seusiamu, itu perasaan yang wajar.

Dulu, aku juga gitu, sering mikir kayak…

sebagai orangtua, harusnya, mereka jadi rumah yang nyaman;
sebagai orangtua, harusnya, mereka jadi sosok pelindung;
sebagai orangtua, harusnya, mereka mendukung anaknya;
sebagai orangtua, harusnya, mereka memahami mental anaknya;
sebagai orangtua, harusnya, mereka nggak kayak gini.

Dan, itu sama sekali bukan pikiran yang salah.

Wajar, kok.

Orangtua punya tanggungjawab terhadap anaknya, nggak ada yang bisa menyangkal itu.

Namun…

Semakin aku menua, lalu aku melihat kedua orangtuaku semakin beruban dan keriput, pikiranku terhadap orangtuaku berubah.

Aku nggak melihat mereka sebagai orangtua lagi.

Aku mencoba melihat mereka sebagai… manusia biasa.

Dan, aku ingin kamu melakukan hal yang sama.

Begini…

Coba bayangin…

Kamu adalah seseorang yang lebih tua dan bijaksana, dan orangtuamu lebih muda. Coba bayangkan jika kamu bertanya hal-hal ini kepada mereka:

Apakah kamu senang dengan apa yang kamu lakukan sekarang?

Apakah emosimu didengar saat masih anak-anak?

Apakah kondisi mentalmu dipedulikan saat beranjak remaja?

Apakah kamu lelah hidup setelah menjalani lima puluh tahun hidup, sebagaimana aku yang udah lelah di usiaku yang terlalu muda ini?

Apakah kamu menyesali keputusan-keputusanmu di masa lalu?

Apakah kamu terbebani sama tanggungjawabmu sebagai orangtua?

Apakah kamu rindu dirimu di masa lalu?

Apakah kamu sempat memprioritaskan dirimu saat masih muda? Atau, kamu menghabiskan seluruh hidupmu untuk menyenangkan keluargamu? Segera bekerja, menikah, lalu lahirlah aku, dan aku tahu kamu sibuk membesarkan aku saat aku masih kecil, tapi… bagaimana dengan dirimu? Apakah kamu sempat peduli sama dirimu?

Apakah kamu juga ditinggalkan oleh teman-temanmu setelah mereka sibuk berkeluarga? Sampai-sampai kamu nggak bisa lagi share cerita hidupmu ke teman sebaya?

Apakah kamu… sama kesepiannya kayak aku hari ini? Tapi, kamu nggak pernah cerita karena kamu udah punya pasangan dan anak-anak, jadi kamu meredam emosi sepimu karena sejak dulu, emosimu selalu dianggap remeh?

Semakin aku menua, lalu aku melihat kedua orangtuaku semakin beruban dan keriput, pikiranku terhadap orangtuaku berubah.

Dan, nanti, saat usiamu menua, sebelum semua terlambat, lalu kamu melihat kedua orangtuamu beruban dan keriput, aku yakin…

Kamu akan melihat mereka…

sebagai orang-orang yang kesepian juga,
yang nggak ingin kesepian,
sama kayak kita.

We all are lonely people, and we should care for each other.

Because we all are lonely.

Jadi, kadang, kita tuh harus melepas pemikiran kayak aku satu-satunya yang kesepian, aku yang paling sedih hidupnya.

Kadang, kita butuh melihat bahwa orang lain juga merasakan apa yang kita rasakan.

Kadang, kita butuh membuat orang lain jadi kurang kesepian, meski kita kesepian. Tapi, beneran deh, saat kita meramaikan hidup seseorang meski dengan keberadaan kita yang nggak terlalu signifikan, percayalah, kadang kita juga jadi nggak lonely.

Jadi, saranku buat kamu…

Coba mulailah percakapan dengan orang-orang di sekitarmu. Mungkin, orangtua kamu, kakek-nenek kamu, saudara, kerabat, teman.

Dan, aku pahaaam banget: susah, susaaah banget buat orang-orang kesepian seperti kita untuk peduli sama kehidupan orang lain.

Bukannya kita nggak mau peduli, tapi susah meramaikan hidup seseorang ketika hidup kita juga nggak ramai.

Tapi, inget, kan, kata-kataku tadi?

Kita butuh melakukan hal-hal sulit untuk berkembang.

Kalau kamu terlalu bingung memulai percakapan, mungkin, kamu bisa mulai dengan membawakan hadiah untuk mereka.

Buah-buahan. Atau, apa pun yang mereka suka.

Kamu, kan, pengin orang-orang lain peduli sama kamu, tapi… kamu harus mulai dulu peduli sama orang lain.

Dengan tulus. Dengan ikhlas.

Tanpa berekspektasi apa pun.

Kecuali satu:

Semoga Allah sayang sama aku
karena aku berusaha meramaikan
hidup seseorang yang kesepian

… meskipun aku juga kesepian.

Sebelumnya
Selanjutnya
error: Not Allowed