22. keluargaku nggak sehangat keluarga orang-orang di luar sana.

I know…

I know how it feels…

Melihat dari layar ponsel…

Tentang anak-anak yang bisa curhat dan bercanda dengan ayah dan ibunya…

Tentang ayah dan ibu yang menunjukkan rasa sayang dan kepedulian kepada anaknya…

Sedangkan di rumah, keluarga kita sangat jauh dari standar itu.

Aku tahu rasanya, tapi sekarang aku sudah mendapatkan pelajarannya.

Orang-orang, kan, sangat bahagia dengan keluarganya yang hangat, sedangkan kamu nggak merasa nggak gitu.

Well…

Semakin berharga apa yang kita miliki, semakin rasa sakit saat kehilangan nanti.

Semakin banyak yang kita miliki, semakin banyak juga kehilangannya.

Semakin tinggi bahagianya, semakin tinggi pula sedihnya saat kehilangannya.

Semakin tinggi bahagianya, semakin tinggi kecemasan akan kehilangan.

Sememakin tinggi bahagianya, semakin rapuh kita rasa.

Everything’s equal.

Aku selalu berbisik seperti ini kepada diriku:

Mungkin, kalau aku punya keluarga yang hangat,
aku nggak akan sanggup dengan
konsekuensi kehilangannya.

Sebelumnya
Selanjutnya
error: Not Allowed