Text
Temanmu susah di-reach out, ya?
Mau ajak ke tempat yang sering kalian habiskan bersama, tapi mereka selalu punya alasan ‘lagi sibuk, nggak bisa’.
Padahal hampir tiap malam, mereka mau-mau aja menghabiskan waktu untuk circle baru mereka. Dan, kamu tahu itu semua dari Stories.
Mereka males nerima teleponan dari kita, sering bilang, “Chat aja, sih.”
Tapi, nggak masalah nerima telepon dari teman-teman lain, ketawa dan cerita panjang, screenshot, update.
Dan, nggak ada rasa kesepian yang lebih aneh dari melihat teman yang tadinya selalu hangout bareng sama kamu… sekarang lebih sering hangout sama orang lain.
Nggak apa-apa. :”)
No, it’s not fine.
Ini nggak bisa sekadar ‘nggak apa-apa’. Ini adalah hampa yang menyakitkan.
Mereka harusnya nggak boleh lupa kalau kamu juga teman yang nggak boleh dilupakan.
Mereka harusnya sadar kalau kamu juga butuh waktu bersama mereka. Mereka harusnya nggak memperlakukanmu seperti ini.
Dan, aku tahu kamu nggak mau mengakui ini…, but you’re kinda jealous.
It’s okay, I feel you.
Beberapa waktu lalu, aku kesulitan menerima fakta bahwa teman-temanku punya teman yang lebih akrab selain aku, sementara mereka tahu semua tentang teman-temanku, dan aku tahu ini terdengar egois dan toksik, dan harusnya aku nggak begini, but sometimes…
I don’t know why I have to feel this way. Kalau bisa memilih, aku juga nggak mau merasa setersiksa ini.
I wish I could be just fine, but I’m not fine at all.
Tapi, mungkin, kita merasa setersiksa ini karena ada trauma di masa lalu yang kita nggak sadari, belum sembuh. Mungkin, ada rasa takut yang nggak pernah terawat, tumbuh menjadi kecemasan yang lebih besar.
Aku juga masih meraba-raba. Mungkin, dulu kita pernah diabaikan, keinginan kita nggak pernah benar-benar didengar, emosi kita nggak pernah divalidasi, jadi kita menyimpan semuanya sendiri di usia yang terlalu muda.
Jadi, saat kita menemukan teman yang benar-benar mendengar kita, lalu mereka menemukan teman-teman baru, lalu nggak lagi menghabiskan waktu banyak dengan kita, rasa sakitnya sangat, sangat, sangat dalam, seperti menepuk luka lama yang ternyata permukaannya tampak kering, tapi sesungguhnya masih berdarah-darah.
Sampai hari ini, aku juga nggak tahu bagaimana caranya sembuh dari luka ini.
Yang aku bisa ingatkan pada diriku, dan yang bisa aku ingatkan pada dirimu…
Setiap teman punya perannya masing-masing.
Kita berhak berteman sama siapa saja.
Teman kita berhak berteman sama siapa saja.
Dan, kamu nggak bisa meletakkan semua peran pada satu orang.
Orang-orang kesepian seperti kita merasa kita cuma butuh satu teman yang bisa jadi segalanya buat kita.
Jika begitu, maka tinggal tunggu waktu sampai orang itu meledak, dan pertengkaran hebat terjadi
Karena meletakkan semua peran pada satu orang…,
itu sangat membebani.
Kamu juga nggak mau, kan, diberi beban seperti itu?
Tapi, kalau kamu terlalu kesepian, mungkin kamu tetap mau.
Tapi, kamu nggak akan pernah sanggup menjalankan semua peran itu. Aku pernah mencoba mengambil peran itu saking kesepiannya aku, but it’s just killing me more.
Setiap teman punya perannya masing-masing.
Teman barunya punya peran dalam hidupnya.
Dan, kamu juga pernah punya peran dalam hidup temanmu.
It all matters.
Dan, seringnya, kita terlalu terburu-buru mengambil keputusan.
Melihat teman kita bersama teman barunya, merasa mereka menjauh, kita juga ikut menjauh, atau malah bikin masalah.
Jangan begitu…
Aku tahu… kamu tersakiti, kamu nggak mau terlalu berusaha merekat lagi hubungan itu saking takutnya sama penolakan-penolakan dari mereka.
Tapi, yang namanya mempertahankan seorang teman…, memang nggak semudah itu.
Butuh melepas gengsi. Butuh inisiatif. Butuh merasa seperti kamu satu-satunya yang berjuang.
Kalau dia memang teman yang baik, pertahankan dia.
Teman yang benar-benar baik akan berusaha mempertahankanmu kalau kamu juga berusaha mempertahankannya.
Tapi, nggak semua teman layak dipertahankan, kok.
Kalau keberadaan mereka sebenarnya hanya membuatmu merasa lebih kesepian karena mereka nggak pernah ada, bahkan ajakanmu selalu ditolak, dan kamu nggak punya siapa-siapa selain dia,
tapi dia udah punya teman-teman baru dan nggak ngabisin waktu lagi sama kamu, then…
it’s the best time to let go,
move on,
belajar memilih diri sendiri,
mulai peduli sama diri sendiri,
berusaha nyaman dalam kesendirian.
supaya saat teman baru datang,
you’ll be so much healthier and more valuable. 🙂