Text
Sebenarnya, kamu nggak ‘butuh’ punya cita-cita untuk melanjutkan hidup.
Ya, baguslah kalau kamu punya plan untuk masa depanmu. Tapi, kalau kamu benar-benar nggak tahu apa mimpimu, well, sebenarnya kamu punya.
Kamu cuma nggak sadar.
Kok, aku bisa bilang gitu?
Karena, sebenarnya, kita semua, tuh, sudah punya mimpi, sudah punya cita-cita yang default.
Bermimpi memiliki kehidupan yang stabil dan tenang, bahagia, cukup dalam segalanya.
Dan, itu terdengar seperti…
… surga.
Itu terdengar seperti masuk surga.
Kita mungkin punya banyak mimpi, kita mungkin nggak punya mimpi, tapi, deep down inside, masuk surga adalah harapan yang nggak pernah bisa kita lepas, tapi malah terbengkalai di baris belakang pikiran kita.
Saat semua harapan di dunia ini nggak tercapai, masuk surga selalu jadi harapan bahwa kita masih punya ‘cadangan’ mimpi besar. Bahkan, lebih besar dari mimpi-mimpi yang kita harapkan, yang masih bisa terus kita perjuangkan sampai akhir hayat.
Karena, ini nggak seperti mimpi-mimpi lainnya. Ini tipikal mimpi yang baru kita dapatkan setelah mati nanti.
Masuk surga; itu sebenarnya cita-cita yang perlu kita prioritaskan.
Dan, ‘masuk surga’, tuh, mungkin terkesan kayak…
Ya, elah, itu, mah, jelas.
Tetapi…
Faktanya, nggak ada mimpi setinggi masuk surga.
Kamu bisa menulis daftar mimpi yang ingin kamu capai di dunia. Mau mimpi itu tercapai atau nggak, kamu akan tiba pada satu titik ketika napasmu tersisa di kerongkongan, tersengal-sengal di ujung hidup, dan berharap, sangat berharap, diampuni oleh Allah, dibebaskan dari berbagai siksaan, dan dimasukkan ke surga.
Masuk surga; itulah cita-cita default yang sering kita lupa prioritaskan.
Saat napas ada di kerongkongan, kamu sudah nggak peduli lagi sama mimpi-mimpi yang belum tercapai. Saat napas ada di kerongkongan, kamu nggak akan berpikir, “Yah, tapi aku belum nikah. Yah, tapi aku belum jadi pengusaha sukses.”
Satu-satunya hal yang kamu harapkan adalah keselamatan.
Masuk surga.
Jadi, kalau kamu merasa nggak punya mimpi, this is it.
Perjuangkan masuk surga.
Kalau kamu punya begitu banyak daftar mimpi, tetap perjuangkan, tapi tetap prioritaskan masuk surga.
Dan, kalau kamu meletakkan surga sebagai mimpi besarmu, kamu akan selalu punya harapan untuk melanjutkan hidup.
Karena, itu adalah cita-cita yang butuh diusahakan sepanjang hidup. Cita-cita yang sampai kita mati…
akan terus kita harapkan; terus kita usahakan.
So, you will always have a reason to continue living in this world.
Nabi Muhammad ﷺ bersabda,
“Barang siapa tujuan hidupnya adalah dunia, maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya, menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya, dan ia tidak mendapatkan dunia kecuali menurut ketentuan yang telah ditetapkan baginya.
Barang siapa yang niat (tujuan) hidupnya adalah negeri akhirat, Allah akan mengumpulkan urusannya, menjadikan kekayaan di hatinya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina.”
(HR. Ibnu Majah No. 4105)