Text
Mengejar mimpi itu ibarat menggali sebuah harta karun.
Kamu harus terus menggali, menggali, menggali.
Capek, stres, kehilangan arah dan harapan.
Pada saat-saat seperti itu, kamu merasa ingin menyerah saja, protes tentang hidup, marah pada takdir Allah.
Tapi, itu nggak membuat harta karun bangkit dari dalam tanah.
Kamu harus terus menggali, menggali, menggali.
Iya, capek. Iya, berat. Sering kali bertanya, “Sampai kapan?”
Aku juga nggak tahu kamu harus menggali sampai kapan.
Tetapi, satu hal yang aku tahu…
Ketika kamu ingin berhenti menggali, mungkin tinggal dua puluh galian lagi menuju harta kartu itu. Atau, mungkin, dua puluh galian lagi.
You never know.
Ketika kamu ingin berhenti menggali, mungkin cuma butuh satu-dua galian lagi untuk sampai pada harta karun itu.
Yang jelas, galian-galianmu kemarin semakin mendekatkanmu pada harta karun itu.
Melanjutkan usahamu yang belum tampak hasilnya bukanlah kesia-siaan, menghentikannyalah yang sia-sia.
Sebab, nggak ada perjuangan yang sia-sia.
Nggak pernah ada.