26. Kok, dia balesnya lama, ya?

Strategi No. 10 Melawan Monster Overthinking: Kamu harus lebih ‘kejam’ dari Overthinking.

Jadi, kalau Overthinking bilang,

“Kok dia balesnya lama, ya?”

Tantang balik…

“Hidupku nggak sedangkal menanti pesan seseorang yang aku dambakan.”

“Hidupku nggak harus selalu tentang dia.”

“Iya, aku jadi kepikiran. And, maybe, I’m falling in love. Tapi, aku nggak mau membiarkan cinta menghancurkanku sekali lagi. Aku nggak mau menghabiskan hari-hariku menanti balasan dia. Iya, aku kepikiran, dan itu bikin aku nggak semangat. Tapi, aku nggak bisa terus-terusan menghabiskan waktu rebahan, menghibur diri dengan scrolling sampai dia balas. I need to start something in my life.

“Karena hidupku jauh lebih berharga dari balasan pesan dia.”

“Dan, aku punya banyak chapter penting dalam hidupku. Chapter ketika aku menghubungi lagi teman-teman yang kulupakan karena dia. Chapter ketika aku mengejar mimpi yang aku kubur demi dia. Chapter ketika aku berusaha menemukan tujuan hidupku yang mengabur karena dia. Chapter ketika aku berhenti merendahkan diriku dengan menanti pesan seseorang yang sedang mengurusi hal-hal yang lebih penting di hidupnya, and I should, too.”

“Jadi, hari ini adalah episode terakhir di mana aku masih menanti pesanmu.”

“Dan, besok, mungkin, aku masih kepikiran, masih belum semangat, merasa kehilangan, and that’s normal, tapi aku ingin mengambil alih hidupku yang sudah direbut oleh penantianku hanya menanti pesan dari dia. I really should start doing something for myself.

“Lagian, kalau dia balas pesanku dengan cepat, apakah itu akan membuatku merasa cukup? Menyelesaikan semua masalah kesepianku?”

“Sungguh, ada banyak kehidupan selain dia.”

Sebelumnya
Selanjutnya
error: Not Allowed