28. Gimana kalau dia ninggalin aku?

Strategi No. 10 Melawan Monster Overthinking: Kali ini, nggak usah tantang Overthinking.
Hadapi dengan lembut. Jujur sama diri sendiri.

Jadi, kalau Overthinking sudah menelusuk
di kepala dengan kata-kata,

“Gimana kalau dia pergi dari hidupku?”

Kamu butuh berbicara dengan lembut sama dirimu sendiri. Karena ini adalah ketakutan terbesarmu, luka yang paling akan membekas, so, gently remind yourself

“Jujur, aku nggak siap kalau itu terjadi.”

“Jujur, aku nggak mau itu terjadi. Tapi, kalau Allah memang berkehendak demikian–dan, aku berharap itu nggak terjadi–maka, sesungguhnya, aku percaya Allah tahu yang terbaik. Aku tahu teorinya, tapi itu nggak mengurangi rasa beratnya.”

“Dan, aku akan sangat sedih. Aku akan merasa sangat kehilangan. Aku akan merasa kehilangan arah. Bahkan, nggak semangat menjalani hari-hari. Tapi, kalau Allah sudah berkehendak, maka Allah tahu apa yang Dia lakukan. Allah nggak mungkin menelantarkanku kebingungan saat aku memohon pertolongan-Nya.”

“Dan, kalau sudah takdirnya dia pergi, itu artinya Allah tahu…”

“… kepergiannya lebih aku butuhkan daripada keberadaannya.”

“Iya, aku butuh keberadaannya. Selalu butuh. Tapi, itu untuk periode ini.”

“Ada masa ketika aku harus melepas attachment bernama ‘terlalu butuh kepada manusia’. Agar aku bisa merasakan diriku lagi. Agar aku bisa mempedulikan hal-hal lain yang lebih penting–karena, selama bersamanya, hanya dia yang kupikirkan dan kuprioritaskan sampai-sampai hidup dan mimpiku terbengkalai. Agar aku bisa menyisakan ruang baru di hatiku untuk mengizinkan orang-orang baru datang. Orang-orang yang lebih baik. Orang-orang yang lebih menghargai. Orang-orang yang lebih peduli.”

“Dan, selama ini, aku selalu takut kehilangan dia, tapi aku nggak pernah berpikir tentang rasa takut akan kehilangan Allah, karena terlalu mencintai seseorang, melebihi mencintai-Nya.”

So, if they want to leave, they can leave. Allah will never, ever, ever leave me.

Sebelumnya
Selanjutnya
error: Not Allowed