Text
“Gimana kalau sebenarnya nggak ada keputusan yang benar atau salah?”
“Gimana kalau semua keputusan yang kita ambil adalah keputusan yang tepat–yang memang harus kita lalui, meski terasa salah, meski terasa benar, memang harus kita lalui, untuk jadi pelajaran berharga dalam hidup ini?”
“Gimana kalau nggak ada keputusan yang sungguhan benar dan sungguhan salah? Gimana kalau ternyata setiap keputusan menyimpan kebaikan dan keburukan, kebahagiaan dan kesedihan, luka, konsekuensi, dan pelajaran?”
Oke, kita nggak bicara tentang keputusan yang jelas-jelas salah, seperti… tetap bertahan di hubungan yang salah, tetap memilih seseorang dengan red flag yang nampak tanpa ada perubahan berarti, bekerja di perusahaan yang haram meski gajinya tinggi–semua keputusan salah adalah keputusan yang bertentangan dengan aturan Tuhan yang telah menciptakan aku dan kamu.
Namun, kebanyakan keputusan adalah abu-abu. Dan, keputusan yang aku bahas di sini adalah keputusan abu-abu. Yang sah-sah saja, tapi masing-masing punya konsekuensi, dan kamu terlalu takut melalui konsekuensi tersebut.
So, if you have to be wrong, then let you be wrong.
Kalau kamu sudah memikirkan pro dan kontranya, bertanya kepada orang-orang terpercaya, berdoa kepada Allah, lalu rasanya seperti menyesali keputusan ini, seolah-olah ini adalah keputusan yang salah, then, let it be. Itu bukan keputusan yang salah–itu keputusan tepat yang harus kamu lalui, yang dari sana, kamu akan mengumpulkan banyak pelajaran, lalu, dari pelajaran itu, kamu akan lebih bisa memutuskan sesuatu yang lebih baik secara jangka panjang.
Kita adalah manusia yang nggak sempurna, yang nggak tahu banyak hal, jadi… setelah mempertimbangkan semuanya, kita serahkan kepada Allah, Tuhan yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Pilihlah keputusan itu, bismillah, lalu kuatkan dirimu,
“Gimana mungkin aku bisa salah ambil keputusan padahal aku udah minta petunjuk sama Allah? Aku udah mempertimbangkan semua yang Allah perintahkan aku untuk pertimbangkan? Apakah mungkin Allah menyesatkan hamba yang meminta petunjuk kepada-Nya? Bismillah, mulai hari ini, aku mengambil keputusan yang itu.”
Dan, jika kamu telah menjalani keputusan itu, lalu, ternyata, takdir yang nggak mengenakkan malah terjadi kepadamu…
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui,” (QS Al-Baqarah: 216).