Text
Bayangkan kamu hidup miliaran tahun lalu…
Belum ada rumah sekuat hari ini. Belum ada bangunan sekokoh hari ini. Belum ada teknologi secanggih hari ini.
Suatu ketika, kamu melangkah, tanpa alas kaki, menginjak bebatuan dan kerikil.
Telapak kakimu pasti akan terasa sakit, kan? Jalanmu akan melambat, kan?
Miliaran tahun lalu, hal yang paling mudah untuk dipikirkan adalah, “Batu dan kerikil ini… udah nggak ada gunanya, bikin telapak kaki sakit, bikin jalan lebih lambat.“
Bebatuan dan kerikil itu seperti nggak punya potensi maupun bakat untuk menjadi sesuatu di dunia ini.
Namun…
Itulah yang terjadi kalau kamu cuma lihat permukaan dari suatu objek. Itulah yang kamu pikirkan saat kamu nggak pernah benar-benar duduk dengan objek itu, menganalisanya, bereksperimen dengannya.
Karena kalau kamu lihat hari ini, kamu baru sadar kalau bebatuan dan kerikil yang selalu diinjak-injak adalah bahan penting untuk pembangunan rumah, aspal, peralatan-peralatan, dan banyak hal lainnya.
Itu juga berlaku sama dirimu.
Nggak mungkin kamu nggak punya potensi.
Kalau bebatuan dan kerikil yang kamu injak setiap hari punya manfaat sepenting itu, then what about you, a living, walking, breathing soul?
Tapi, selama ini, kamu cuma lihat permukaan dirimu, lalu menyimpulkan kamu nggak punya bakat dan potensi. Tapi, apakah kamu pernah duduk bersama dirimu tanpa distraksi? Apakah kamu pernah membiarkan dirimu bosan tanpa gadget dan hiburan sampai-sampai kamu mencari hal bermanfaat untuk dilakukan? Apakah kamu pernah menganalisa dirimu? Berkontemplasi bersama diri sendiri? Bereksperimen? Mencoba berbagai hal?
Apakah kamu sudah memberikan pengalaman pertama pada banyak hal? Membaca buku pertama kali–well, you’re doing it now! Memasak resep baru untuk kali pertama? Menulis jurnal pertama kali? Membuat video pertama kali?
Dulu, bebatuan dan kerikil dan semua hal yang ada di bumi ini memberi kesan kayak… it’s just standing there, nggak tahu kenapa ada di situ. Sampai ada seseorang yang mau duduk bersamanya, mempelajarinya, bereksperimen dengannya, lalu berkomitmen bertahun-tahun sampai menemukan jawaban apa fungsi bebatuan dan kerikil ini.
Sama, kamu juga butuh duduk bersama dirimu sendiri, tanpa distraksi, mempelajari dirimu, bereksperimen banyak hal, lalu berkomitmen bertahun-tahun sampai kamu menemukan jawaban tentang dirimu.
Karena kalau kamu menghabiskan waktumu untuk menonton orang-orang dengan prestasinya, lalu lanjut menghibur hati sedihmu dengan scrolling di media sosial, kapan kamu bisa duduk bersama dirimu untuk menggali potensi yang bersembunyi di sana?
Dan, aku tahu…
… saat aku menuliskan kalimat:
“… lalu berkomitmen bertahun-tahun sampai kamu menemukan jawaban tentang dirimu.“
Tiba-tiba, Overthinking menyapa, lalu berkata….