Text
Mungkin, poin utama pertemanan bukanlah
tentang mencari siapa yang menjadi sahabat sampai nanti.
Mungkin, poin utama pertemanan adalah
sesederhana meninggalkan bekas kebaikan
dalam hidup seseorang,
sehingga ketika hidup seseorang ini terasa berat,
lalu ia mengilas balik,
ia selalu ingat:
ia pernah dipedulikan
oleh orang sepertimu,
meski sekarang sudah tidak akrab lagi,
but they were once loved, you were once loved.
‘Selamanya’
adalah kata penuh tipuan
di dunia yang sementara.
Beberapa pertemanan akan memudar
seiring berjalannya waktu.
Bukan karena konflik, tak selalu karena jarak,
tapi, memang begitulah sifat apa pun di dunia ini:
s e m e n t a r a.
Seperti orangtua yang membesarkan anak-anaknya,
lalu anaknya tumbuh dewasa,
memilih kehidupannya sendiri,
dan orangtua harus belajar mengikhlaskan
melihat anaknya pergi, menjemput mimpi-mimpinya.
Seperti dedaunan yang harus pergi dari batangnya,
demi memberi ruang untuk daun-daun baru.
Semuanya sementara dan tergantikan.
Dan, untuk orang-orang seperti aku, seperti kamu,
yang sama-sama kesepian,
ini fakta yang menyedihkan,
tapi, sekarang,
saat aku menjalin pertemanan baru,
saat aku tertawa bersama teman karib sejak lama,
saat aku dan temanku saling mengupas rahasia dalam hidup, kadang,
aku terdiam, tiba-tiba sedih, dan teringat:
‘dia bakal jadi teman yang datang dan pergi.‘
tapi, aku akan hibur diriku dengan berkata:
oke, dia bakal jadi
teman yang datang dan pergi,
maka, aku akan jadi persinggahan terbaik:
menciptakan memori berkesan;
membagi rahasia dan pelajaran hidup terbaik;
menjadi diriku yang terbaik selagi kita ada waktu.
Mungkin, nggak akan sempurna,
tapi nggak harus sempurna juga.
Mungkin, poin utama pertemanan adalah
sesederhana meninggalkan
amal baik dan pelajaran berharga
di kehidupan seseorang,
sehingga ketika
hidup seseorang ini
terasa berat,
lalu ia mengilas balik kisah hidupnya,
ia selalu ingat:
pelajaran-pelajaran hidup yang ia dapatkan
ketika berteman dengan kita.
sehingga dia punya alasan untuk
tetap melanjutkan hidupnya.
dan, ketika kita sudah tidak ada lagi di dunia ini,
semoga pelajaran-pelajaran berharga itu
bermanfaat untuk
kehidupan setelah kematian kita.
Dan, mungkin,
poin utama pertemanan adalah
sarana supaya Allah sayang sama kita,
karena
kita pernah memperlakukan
makhluk-Nya dengan sangat baik,
di salah satu periode di hidupnya,
lalu dimudahkanlah hidup kita,
sampai masuk surga