Text
Aku, dan dua temanku, siang yang terik, di ruang tamu yang dingin.
Pada satu temanku, aku bercandai, “Kasihan yang punya teman musiman.“
Lalu, temanku yang lain menimpal, “Semua teman emang musiman, kali.”
Senyumku memudar, aku terdiam, sambil melihat kedua temanku ini, nggak mau membayangkan kalau kedua teman ini just another fairweather friendship.
Dan, di ruang tamu itu, aku mengilas balik semua pertemanan di masa lalu.
Tapi, aku nggak mau mengilas balik sendiri, I want to do it together with you.
Coba, kamu lihat ke masa lalu, ingat wajah-wajah teman lamamu. Teman kecil sebelah rumah. Teman SD. Teman SMP. Teman SMA. Teman kuliah. Teman les bimbel. Teman online.
Kamu ngerasa nggak, sih…
Kebanyakan teman-teman lamamu itu…
udah jarang ngumpul lagi,
udah jarang ada kabar.
Baru kerasa nggak, sih, kalau…
Teman-teman kita di masa lalu…,
kebanyakan teman musiman aja.
I thought it was special,
tapi dia cuma teman musiman.
Tapi, mereka nggak pernah jahat sama kamu,
kayak…, ya, udah, pertemanan itu udah lewat masanya.
Dan, di situ, aku jadi sadar:
Setiap teman ada masanya.
Setiap masa ada temannya.
Nggak usah takut kesepian.
Dan, aku paham rasa hampa ketika teman yang dulu dekat sama kamu, nggak lagi dekat sama kamu, padahal nggak ada konflik,
it hurts, but it’s okay.
Aku pengin kamu mikirnya gini…
Kisah hidupmu adalah sebuah film,
kamu adalah pemeran utamanya,
dan ketika teman-teman sudah habis musimnya,
say this to yourself,
“Oke, season ini sudah berakhir dengan perginya teman-temanku. Aku harus memberi ending yang indah dengan melepas kepergian mereka, wishing them happiness, dan belajar berteman sama diri sendiri.”
“Sekarang, aku nggak sabar memulai season baru dalam hidupku. Teman-temanku nggak bakal ada di season baru, karena season baru butuh ruang untuk pemeran-pemeran baru.”
“Dan, pemeran-pemeran baru ini akan sangat berarti dalam hidupku, sama berartinya seperti temanku dulu, bahkan ada pemeran yang lebih berarti dari teman lamaku.”
“Pertemanan kami harus berhenti sejenak,
tapi kisah hidupku belum berakhir.”
How? Lebih interesting, kan?
Lagi pula, kalau seluruh hidupmu, dihabiskan dengan orang-orang itu aja, pasti ini bakal jadi cerita yang boring, penuh konflik toxic, karena nggak ada yang berkembang. So, please, embark the new season of your life with new characters!
Dan, hidup ini terdiri dari berbagai seasons, dan kamu tahu season favoritku dalam hidupmu?
Season yang ini; season ketika kita menemukan satu sama lain lewat buku ini.
Namun, season ini akan berakhir di beberapa waktu mendatang.
I hope you don’t forget me.
I hope we don’t forget each other.