4. Lalu, siapa yang mau menerimaku, jerawatku, dan lemak berlebih di tubuhku?

Oke, ini masalah besar.

Bukan, bukan karena wajah yang kurang menawan. Bukan karena jerawat atau lemak berlebih di tubuhmu.

Masalahnya…

Mengapa penerimaan orang lain kamu jadikan validasi kelayakan dirimu?

Jika nggak ada seorang pun memilihmu, apakah itu menjadikanmu ‘seseorang yang kurang nilainya’?

Jika nggak ada seorang pun memilihmu, akankah kamu menganggap dirimu ‘seseorang yang sia-sia’?

Namun, mungkinkah Allah menciptakan sesuatu yang sia-sia?

I know that you’ve been struggling, and I’m sorry for all the hardships you’ve been through. Aku tahu fisik adalah hal pertama yang orang lihat. Jerawat dan lemak berlebih di tubuhmu sering kali jadi pusat perhatian pertama. Aku tahu jerawat dan lemak berlebih membuatmu jijik terhadap dirimu sendiri.

Namun, nggak semua orang berpikir seperti itu, kok. Nggak semua manusia segalak asumsi dan kecemasan dalam kepalamu. Nggak semua manusia sedangkal itu, kok.

Kurasa insecurity-mu telah mengasumsikan banyak hal, meracuni pikiranmu.

“Hey, lihat, tuh, mereka ngelihat kamu kayak gitu, kayaknya jijik, deh.”

“Percuma, mau digimanain pun, orang jelek kayak kamu nggak bakal dianggap. Yang ada mereka jijik sama kamu.”

Iya, memang ada manusia-manusia yang sungguh jahat ucapannya. Tetapi, nggak semua manusia sejahat itu, kok.

I mean, I wrote this part solely for you, lho.

That you matter, tanpa perlu penerimaan seseorang.

you are enough, tanpa perlu validasi dari siapa pun.

you can be complete, tanpa perlu kedatangan seseorang.

Nilai dirimu nggak bergantung pada validasi eksternal.

It’s all in you.

Aku tahu, kamu masih khawatir soal pertemanan dan jodoh, tetapi…

Pertemanan yang tulus nggak akan menjadikan apa yang ada di fisikmu sebagai syarat. You’ll find one. Tetapi, kalaupun belum, always remember:

That you matter, tanpa penerimaan seseorang. That you are enough, tanpa validasi dari siapa pun. That you are complete, tanpa kedatangan seseorang.

Dan, jodoh adalah kisah yang magical dan misterius. You never really know how it works. Lihatlah orang-orang di sekitarmu. Laki-laki dan perempuan, dengan berbagai bentuk tubuh, warna kulit, dan struktur wajah, at the end of the day, they found each other.

Anyway, kisah dalam hidupmu nggak harus selalu tentang cinta dan teman. Sometimes, it’s just the story of yourself, growing better. 

Maka, sekarang, aku ingin mengapresiasi kisahmu.

I mean, look at you, taking care of yourself.

Kamu sudah lebih peduli pada kesehatan kulitmu. Merutinkan skin-care pagi dan malam. Bahkan, sekarang, kamu mulai memperhatikan kandungan kimia dari facial wash-mu, masker yang hendak kamu gunakan, serta serum yang kamu oles tiap malam di wajahmu. Kamu jadi lebih aware pada produk seperti apa yang lebih cocok untuk jenis kulitmu.

And, look at you, taking care of yourself.

Kamu mulai memilih makanan-makanan yang lebih sehat. Mempelajari kandungan kalori berbagai jenis makanan dan camilan favorit. Mencari karbo alternatif yang lebih sehat. Mengonsumsi camilan yang lebih berserat. 

Kamu mulai membiasakan diri olahraga dari video-video YouTube. Jadi belajar kalau sebenarnya lemak-lemak di tubuh ini bukan harus selalu dihilangkan, tapi bisa mengencang jadi otot jika dilatih terus. Kamu jadi lebih bisa fokus pada proses.

And, look at you, reading this book.

Mungkin, kamu masih belum punya tabungan untuk membeli produk skin-care, tetapi kamu membeli buku ini, membaca baris ini, for the beauty of your mind.

Mungkin, kamu masih belum punya kesempatan untuk memiliki menu diet fancy, tetapi kamu membeli buku ini, membaca kalimat-kalimat di sini, mendapatkan insight baru, for the healthy of your mind.

And, look at you, gaining knowledge.

Beberapa tahun mendatang, akan ada remaja-remaja baru yang insecure dengan fisiknya, jerawatnya, lemak berlebih di tubuhnya.

Namun, beberapa tahun mendatang, kamu ada di posisi yang lebih baik, insyaallah.

Mungkin, kamu telah belajar begitu banyak tentang penggunaan produk skin-care yang tepat untuk jenis kulit tertentu. Mungkin, dengan pengetahuan yang kamu miliki itu, kamu bisa membagikannya di internet dan membantu banyak orang. Atau, mungkin, kamu bisa memiliki sebuah online store yang menjual produk skin-care. Namun, yang membedakanmu: tokomu memiliki sesi konsultasi untuk berbincang dengan calon pelanggan yang bingung harus memulai dari mana… ’cause you’ve been there.

Aku dukung kamu banget, sih, kalau kayak gitu. Like, I wanna buy from that place.

Atau, mungkin, di masa depan, kamu telah menemukan resep yang lezat dan aman untuk dikonsumsi. Mungkin, dengan pengetahuan itu, kamu bisa membagikan resep di internet dan membantu banyak orang. Atau, mungkin, kamu bisa memiliki restoran atau katering khusus makanan sehat. Siapa yang tahu masa depan?

Aku juga dukung itu, sih.

Atau, mungkin…, nggak keduanya.

Mungkin, kamu adalah seseorang yang belajar tentang menerima diri tanpa validasi eksternal dan merawat diri untuk kesehatan, bukan pujian. Mungkin, dari baris-baris kalimat yang telah kamu baca di buku ini, telah menginspirasimu untuk menginspirasi orang lain di masa depan.

Mungkin, kamu akan jadi seseorang yang menginspirasi, and that’s also beautiful in some ways.

And, you know what?

Kamu nggak akan bisa berkembang seperti ini kalau nggak ada insecurity.

Insecurity… nggak selalu buruk, kan?

Dan, pada akhirnya, caramu berpikir, caramu melihat dunia, apa yang ada di dalam kepalamu… itu jauh lebih penting daripada yang ada di luar.

Tetapi, aku tahu kamu masih butuh jawaban:

Lalu, siapa yang akan memilihku yang seperti ini?

Well…

Someone is always beautiful for someone.

Dan, alasan seseorang tertarik terhadap seseorang lain itu nggak selalu karena fisiknya. Fisik adalah alasan paling dangkal, paling luar.

Sekarang, aku mau tanya sama kamu…

Kalau kamu hendak memilih seseorang, apakah fisik jadi prioritas kamu?

Kalau kamu mau berteman dengan seseorang, apakah fisik jadi syarat?

Nggak, kan?

Jadi, mengapa kamu mengira semua orang seperti itu terhadapmu?

Mengapa malah kamu yang menghakimi dirimu nggak layak seperti itu?

Kenapa kamu harus menanti validasi orang lain untuk merasa utuh terhadap dirimu?

Nilai dirimu nggak terletak pada penerimaan seseorang.

Sebelumnya
Selanjutnya
error: Not Allowed