5. Lihat, pada akhirnya, dia meninggalkanku dan memilih yang lebih good-looking

Pertama-tama, kamu bukan objek yang ada dalam sebuah kompetisi.

Kedua, kalau kenyataannya dia telah meninggalkanmu dan memilih yang lebih good-looking, ya sudah, nggak apa-apa.

Kamu nggak perlu merasa rendah.

Kan, setiap orang memiliki definisi cantik yang beda-beda. Lagi pula, setiap orang punya seleranya masing-masing.

Nggak apa-apa.

Sebab, aku yakin, suatu saat nanti, akan ada seseorang di luar sana, dengan seleranya sendiri, yang ketika melihat dirimu, dia akan berkata dalam hatinya,

Wow. She’s beautiful.

Namun…

Mengetahui bahwa akan ada seseorang yang sesuai dengan definisi cantikmu, menerimamu, menyayangimu, that’s not empowering.

Itu masih sama saja mengharapkan validasi eksternal.

Tapi, ya, namanya manusia, kita selalu butuh validasi.

Jadi, ya, nggak apa-apa, tetapi, aku ingin kamu sedikit mengubah fokusmu.

Selama ini, kan, kamu selalu menghubungkan nilai dirimu dengan penerimaan orang lain. Nah, bagaimana kalau, mulai halaman ini, kita pelan-pelan ubah fokusnya?

Bukan lagi berharap diterima orang lain.

Melainkan…

berharap diterima, disayangi, senantiasa diampuni oleh Allah.

Dan, tahu satu hal baik tentang ini?

“Sesungguhnya,
Allah tidak melihat pada
bentuk rupa dan harta kalian.

Akan tetapi,
Allah hanyalah melihat
pada hati dan amalan kalian.”
(HR. Muslim No. 2564)

Sebelumnya
Selanjutnya
error: Not Allowed