Text
Strategi Terakhir Melawan Monster Overthinking: Jangan pernah, like, ever, ever, ever, menyisipkan sedikit rasa bangga atas apa yang pikiranmu telah skenariokan sebelumnya.
Dan, jangan tertipu sama tindakan manipulatif Overthinking yang membuatmu merasa menang sekaligus kalah.
Jadi, kalau apa yang kamu khawatirkan memang terjadi, lalu Overthinking menyeringai sambil berkata, “Tuh, kan, beneran kejadian…“
Jangan langsung patuh sama Overthinking.
Jawab balik…
“Ya, itu emang butuh terjadi, dan kamu bukan firasat, bukan penentu takdir yang tahu segalanya.”
“Dan, itu emang butuh terjadi, tapi bukan berarti itu ending kisahku. Itu cuma bagian cerita, I’ll have a better ending.”
“Selama ini, setiap kali apa yang aku takutkan terjadi, aku langsung buru-buru menganggap kisah telah berakhir, dan nggak ada lagi kesempatan untukku, dan Overthinking menang untuk kesekian kalinya.”
“Oke, Overthinking menang, mencetak lebih dari satu gol dalam hidupku. Tapi, aku akan mencetak lebih banyak gol setelah ini.”
“Karena jika apa yang aku takutkan sungguhan terjadi, itu tetap bukan akhir dari kisahku. Dan, jika apa yang aku takutkan bisa terjadi, maka apa yang aku impikan juga bisa terjadi.”
“Dan, aku harus berhenti menyimpulkan cerita yang belum selesai.”
“Jadi, kalau jatuh lagi, gagal lagi…, ya, ceritanya emang belum berakhir. Ini yang bikin kisahnya lebih menarik untuk diikuti, karena ada perjuangan di situ. Dan, kalau semuanya mulus, what will I ever learn? What will I ever become?“