35. Gimana kalau aku nggak dapat pasangan yang tepat?

Misal, ada dua calon pasangan. Kamu pilih yang mana?

A: Aku ingin menikah denganmu karena aku ingin ada seseorang bisa yang menerimaku, mengurusiku, menyayangiku dengan sangat tulus.

B: Aku siap menikah karena aku punya kelebihan-kelebihan yang bisa menjadi nilai penting di pernikahan kita nanti, dan itu adalah X, Y, Z. Tapi, aku juga punya kekurangan-kekurangan, yakni P, Q, R, dan aku sedang berusaha perbaiki karena aku ingin menjadi manusia yang lebih baik. Aku akan berusaha keras mengerjakan tanggungjawabku sebagai pasangan, dan berusaha keras untuk nggak melemparkan tanggungjawabku, kebahagiaanku, lukaku, yang harus aku rawat malah menjadi tanggungjawab pasanganku. But I’ll still share when necessary.

Jadi, pilih A atau B?

Kemungkinan besar, kamu pilih B. Karena Si B lebih siap menikah, aware sama dirinya sendiri, mengenali kelebihan yang perlu dia bawa ke pernikahan nanti dan kekurangan yang perlu dia perbaiki. Si B tahu nilai dirinya dan tanggungjawabnya, yang semoga bisa bermanfaat untuk pasangan dan kehidupan pernikahannya. Sedangkan Si A hanya seseorang yang ingin menikah karena ingin dicintai, diterima, diurus–which is valid, and it’s normal feeling.

Tapi, kamu pilih B. Karena dia lebih siap.

Tapi, itu tentang pilihan kamu.

Kalau aku ganti pertanyaannya jadi…

Kamu tuh tipe yang A atau B?

Coba lihat lagi opsi di halaman sebelumnya.

Kamu tipe A atau B?

Kalau kamu adalah A, kemungkinan besar, kamu adalah seseorang yang sedang sangat membutuhkan seseorang lain untuk merasa bernilai. And, that’s okay. We’re all social creatures, after all.

Tapi, dalam keadaan seperti itu, kamu belum sadar bahwa kamu punya nilai penting dalam dirimu yang belum kamu gali, mengiranya tersimpan di seseorang yang akan mencintaimu. Dan, kalau kamu belum tahu nilai dirimu, peluangmu menemukan seseorang yang nggak tepat bisa saja cukup tebal.

Karena, dalam keadaan sangat butuh seseorang, kamu akan menurunkan standar, men-tidak-apa-apa-kan sesuatu sebenarnya apa-apa, mempertimbangkan seseorang hanya dari hal-hal dangkal dan basic: udah suka, udah sayang, atau fisik dan harta.

Tapi, kalau kamu adalah tipe B…

… kemungkinan, you already know your value.

Dan, orang yang tahu nilai dirinya nggak akan sekadar memilih seseorang yang hanya agar diurusi, diterima, dicintai.

Orang yang tahu nilai dirinya akan cenderung memilih orang-orang yang juga bernilai dan berkualitas. Karena mereka juga punya nilai dan kualitas yang akan sangat berguna di kehidupan pernikahan mereka nanti.

Orang yang tahu nilai dirinya sadar kelebihan dirinya sehingga pasangannya tahu risiko kehilangan dia.

Orang yang tahu nilai dirinya bisa saja memilih pasangan yang salah. Tapi, orang yang tahu nilai dirinya, pada akhirnya, tahu harus melakukan apa.

Orang yang tahu nilai dirinya bisa saja memilih pasangan yang salah, tapi orang yang tahu nilai dirinya akan selalu menemukan cara untuk melanjutkan hidupnya

Anyway, besar harapanku: kamu mendapatkan cinta yang hangat, cukup, dan senantiasa mengingatkanmu kepada Allah.

Namun, sebelum itu semua…

… besar harapanku: kamu menjadi seseorang yang hangat, cukup, dan senantiasa mengingatkan dirimu kepada Allah.

Sebelum sibuk mencari, sibuklah menjadi.

Sebelumnya
Selanjutnya
error: Not Allowed