27. aku malu mengakui ini, tapi aku juga ingin disayangi

Kadang, aku juga ingin tahu
bagaimana rasanya
menerima pesan-pesan hangat,
seperti,
kamu udah makan?
aku nggak bakal ke mana-mana, kok.
kita janji melalui ini bareng-bareng, ya.

Perasaan ingin disayang itu normal dan manusiawi, you don’t have to feel ashamed, kok.

Aku nggak ada nasihat apa-apa buat kamu.

Yang tersisa di sini hanyalah harapan.

Semoga segera datang:
seseorang yang menyayangimu tulus,
sangat memahami keadaanmu,
melihatmu dalam dan teduh,
tersenyum kepadamu seakan kamu adalah
lukisan indah yang tak pernah bosan ia lihat.

Semoga segera datang:

seseorang yang mewaranai
hari kelabumu, berjanji di hari-hari gelapmu,
You can get through it, and I trust you, and I love you.

Dan, semoga kamu sadar: kamu bisa jadi seseorang itu.

You always have the choice to love yourself.

Kenapa kamu harus menanti kedatangan seseorang untuk mencintai dirimu ketika kamu juga bisa memilih untuk mencintai dirimu?

Tapi, ya, nggak salah, kok, kalau kamu mengharapkan kedatangan seseorang yang begini-begitu. I get it. Semoga kamu dipertemukan dengan jodoh yang baik.

Tapi, ingat…

Kebahagiaanmu bukan tanggungjawab orang lain. Kebahagiaanmu, tanggungjawabmu.

Jodohmu juga nggak punya tanggungjawab untuk menghilangkan rasa sepimu.

Rasa sepimu nggak bisa hilang dengan kedatangan satu orang. Rasa cukupmu, tanggungjawabmu.

Anyway, aku masih punya harapan-harapan lain buat kamu.

Malah, aku lebih mengharapkan ini buat kamu…

Semoga malam ini
saat kamu melihat cermin
kamu akan melempar senyum
untuk seseorang dalam cermin itu,
lalu berkata padanya, ‘I like you.’

I like you for surviving. I like you for staying strong. I like you for trying to like me with all of my insecurities. I will never meet someone like you, so I like you.

Tapi, diri ini tidak akan pernah cukup untuk diri sendiri.

Dan, aku paling berharap ini juga buat kamu…

Semoga malam ini
saat kamu melihat
orang-orang menghabiskan waktu
dengan orang-orang tersayangnya,
lalu kamu cuma sendiri,
kuharap kamu melayangkan sebuah syukur,

‘Ya Allah, terima kasih atas kesendirian ini,
karena kesendirian inilah
yang membuat aku
mengingat Engkau,
dan itu lebih baik dan indah
daripada sekadar mengingat 
orang-orang yang aku sayangi.’

 

Maka ingatlah kepada-Ku,
Aku pun akan ingat kepadamu.
[QS Al-Baqarah, ayat 152]

Sebelumnya
Selanjutnya
error: Not Allowed