31. aku ingin menghabiskan sisa hidupku, duduk tenang di samping seseorang yang aku sayang

Coba, aku mau tanya sama kamu.

Sebutkan satu nama, siapa pun, yang kamu ingin habiskan waktu bersamanya; yang kamu harap selalu sayang sama kamu.

Siapa pun–mungkin, dari kalangan keluargamu, temanmu, someone you’re secretly in love with, artis favoritmu yang seakan tak bisa digapai.

Siapa pun. Satu nama. Sejujur-jujurnya.

Sudah?

Maukah kamu duduk di sisinya saat ini?

Jika seseorang ini ada di hadapanmu, maukah belajar cukup dan berbahagia hanya dengannya?

Sesibuk-sibuknya kamu, maukah kamu menyisihkan sebagian waktumu untuk memiliki waktu berkualitas dengannya?

Maukah kamu mempelajari tentangnya–tentang apa yang dia suka, apa yang dia nggak suka, dengan harapan dia bisa menyayangimu dengan apa yang kamu usahakan untuknya?

Berapa banyak kata ‘mau’ yang telah terlontar di kepalamu?

Tapi…

Maukah kamu duduk dengan dirimu sendiri, menyendiri hanya untuk mengingat Allah yang telah menciptakanmu?

Maukah kamu belajar cukup dan berbahagia duduk hanya dengan dirimu sendiri mengingat Allah, melebihi betahnya dan bahagianya kamu saat bersamanya?

Sesibuk-sibuknya kamu, maukah kamu menyisihkan sebagian waktumu untuk memiliki waktu berkualitas hanya untuk Allah?

Maukah kamu mempelajari tentang-Nya? Tentang apa yang Dia suka, apa yang Dia tidak suka, dengan harapan Dia bisa menyayangimu dengan apa yang kamu usahakan untuk-Nya?

Aku senang kamu merasa kesepian karena hikmahnya kamu ada di sini.

Aku senang kamu merasa kesepian karena kamu jadi melatih dirimu berbahagia saat sendiri.

Aku senang kamu merasa kesepian karena kamu jadi belajar mengingat Allah, belajar betah dan cukup hanya dengan Allah, menyendiri hanya dengan Allah, sebagaimana dulu kamu begitu betah menghabiskan waktu dengan keluargamu, pasanganmu, teman-temanmu.

Dan…

Pernahkah kamu merasakan nikmatnya membaca Al-Quran atau mendirikan salat di sepertiga malam saat tak ada seorang pun yang menyaksikan, kecuali Allah yang Maha Melihat, Maha Mendengar?

Pernahkah kamu merasakan nikmatnya berdoa yang begitu panjang kepada Allah saat tak ada seorang pun yang melihat, kecuali Allah yang Maha Mengabulkan Doa?

Pernahkah air matamu mengalir saat mengingat Allah dalam kesendirian, lalu air matamu makin menderas karena teringat sebuah hadis yang menyatakan Allah akan menaungi tujuh golongan di hari kiamat, salah satunya: seseorang yang berzikir kepada Allah dalam keadaan sepi, lalu ia meneteskan air matanya, which is yang sedang terjadi sekarang padamu?

Sungguh, kita butuh menyisihkan waktu kita untuk menyendiri mengingat Allah, sebagaimana kita selalu menyisihkan waktu untuk keluarga kita, teman kita, pasangan kita, sebagaimana kita ingin duduk tenang bersama orang yang kita sayang.

Dan, sungguh, hari-hari terbaik datang saat kita dekat dengan Allah. Dan, hari-hari terburuk hadir saat hati kita terlalu penuh dengan manusia.

Dan…

People come and go, but Allah stays.

Sebelumnya
Selanjutnya
error: Not Allowed